Assalamualaikum Warahmatullahi WABARAKATUH
Kamis, 17 Maret 2011
praktikum geomorfologi 4
Selasa, 15 Maret 2011
praktikum geomorfologi
Jumat, 11 Maret 2011
sdw Pedesaan
- Latar Belakang
- Warga masyarakat perdesaan memiliki hubungan kekerabatan yang kuat karena umumnya berasal dari satu keturunan. Oleh karena itu, biasanya dalam satu wilayah perdesaan, antara sesama warga masyarakatnya masih memiliki hubungan keluarga atau saudara.
- Corak kehidupan nya bersifat gemeinschaft, yaitu diikat oleh sistem kekeluargaan yang kuat. Selain itu, penduduk desa merupakan masyarakat yang bersifat face to face group artinya antarsesama warga saling mengenal.
- Sebagian besar penduduk bekerja pada sektor agraris (pertanian, perkebunan, peternakan, maupun perikanan).
- Cara bertani masih relatif sederhana atau tradisional sehingga sebagian besar hasilnya masih diperuntukkan bagi kebutuhan hidup sehari-hari (subsistence farming).
- Sifat gotong royong masih cukup tampak dalam kehidupan sehari-hari penduduk desa.
- Golongan tetua kampung atau ketua adat masih memegang peranan penting dan memiliki kharisma besar di masyarakat sehingga dalam musyawarah atau proses pengambilan keputusan, orang-orang tersebut sering kali dimintai saran atau petuah.
- Pada umumnya sebagian masyarakat masih memegang normanorma agama yang cukup kuat.
- Pola desa mengikuti bentuk alur sungai, dengan tujuan memudahkan transportasi dan mencari air.
- Pola desa mengikuti bentuk tepi pantai, dengan tujuan memudahkan dalam mencari ikan dan hasil laut lainnya.
- Pola desa berkelompok di daerah pertanian, dengan tujuan memudah kan perjalanan ke tegalan atau sawah, baik untuk mengolah ataupun mengawasi areal pertanian.
- Pola desa terpencar-pencar, biasanya dikarenakan keadaan alam yang berbeda-beda. Hal ini bertujuan mencari tempat yang dekat dengan air, tanah yang subur, kaya mineral, iklim yang cocok, dan daerah yang aman.
- Lahan pertanian yang luas terutama di desa-desa luar Pulau Jawa dan Bali, merupakan sumber daya alam yang potensial.
- Rasa swadaya, gotong royong, dan kekeluargaan di kalangan masyarakat perdesaan yang sangat kuat.
- Di desa masih terdapat pemimpin informal (tak resmi) yang berwibawa dan disegani oleh masyarakat, seperti kepala adat dan para ulama.
- Tanah-tanah pekarangan yang belum dimanfaatkan secara maksimal juga merupakan sumber daya alam yang potensial.
- Desa Swadaya yaitu desa yang telah terdaftar dalam wilayah administrasi pemerintahan dan masyarakatnya telah hidup menetap. Mereka memanfaatkan sumber daya alam dan potensi-potensinya secara tradisional sehingga disebut juga desa tradisional.
- Desa Swakarya merupakan peralihan atau transisi dari desa
- Desa Swasembada, sering disebut desa berkembang yangmerupakan fase tertinggi dari proses perkembangan desa di Indonesia. Desa swasembada adalah desa yang masyarakatnya telah mampu memanfaatkan dan mengembangkan sumber daya alam dan potensinya sesuai dengan kegiatan pembangunan regional.
Bintarto, R. 1969. Geografi Desa. Yogyakarta: U.P. Spring
Rabu, 10 Maret 2010
wawancara dengan TUHAN
WM: Slmt Pagi Tuhan, sekiranya Tuhan punya waktu sedikit aku ingin bicara.
G: Ooo..waktuKU adlh KEKEKALAN, tdk ada masalah ttg Waktu. Apa pertanyaanmu?
WM: Tks.. Apa yg paling mengherankan bagiMU tentang kami manusia?
G: Hahaha.. kalian itu makhluk yg aneh.
Pertama, suka mencemaskan masa Depan, sampai lupa hari ini.
Ke2, kalian hidup seolah olah tidak bakal mati.
Ke3, kalian cepat bosan sebagai anak-anak dan terburu-buru ingin dewasa. Namun stlh dewasa rindu lagi jadi anak2 : suka bertengkar, ngambek, dan ribut karena soal2 sepele.
Lalu
Ke4, kalian rela kehilangan kesehatan demi mengejar uang, ttp membayarnya kembali utk mengembalikan kesehatan itu.
Hal2 begitulah yang membuat hidup kalian susah.
WM: Lantas apa nasihat Tuhan agar kami bisa hidup BAHAGIA ?
G: sebenarnya semua nasihat sudah pernah diberikan. Inilah satu lagi keanehan kalian: Suka Melupakan nasihatKU. Baiklah KUulangi lagi ya beberapa yg terpenting:
1. kalian hrs sadar bhw mengejar rejeki adlh sebuah kesalahan. Yang seharusny kalian lakukan ialah menata diri agar kalian layak dikucuri rejeki. jadi jgn mengejar rejeki, tetapi biarlah rejeki yg mengejar kalian.
2. Ingat : “siapa” yg kalian miliki itu lbh berharga drpd “apa” yang kalian punyai. Pbanyaklah teman, kurangi musuh.
3. Jgn bodoh dgn cemburu & membandingkan yg dimiliki org lain. Melainkan Bsyukurlah dgn apa yg sdh kalian terima. Khususnya, kenalilah talenta dan potensi yg kalian miliki lalu kembangkanlah itu sebaik-baiknya, mk kalian akan menjadi manusia Unggul. Otomatis Rejeki yg akn mengejar kalian.
4. Ingat org yg disebut Kaya bukanlah dia yg berhasil mengumpulkan yg paling banyak, tetapi adalah dia yg paling “sedikit” memerlukan, shg msh sanggup memberi kpd sesamanya. Ok ?
Jumat, 08 Januari 2010
kecil penuh makna
namun apakah itu bisa kita ungkapkan dengan jujur????
kadang meski kecil mudah ternyata sangat sulit untuk di ucapkan bahkan kita tak berani tuk mengungkapkan nya...bukan begitu kawan???
jadi jangan anggap suatu hal yang kecil tu mudah ,ringan ,dan gampang ingat itu!!!!!
Senin, 30 November 2009
makalah
PENDAHULUAN
Tanah merupakan lapisan atas/luar kulit bumi yang terdiri dari bahan padat,air,udara,dan jasad hidup yang secara bersama-sama dapat menjadi tempat pertumbuhan tanaman.
Dalam upaya memenuhi kebutuhannya manusia telah memanfaatkan tanah sebagai sumber daya, misalnya dijadikan sebagai lahan pertanian,perkebunan,perladangan,dan sebagai bahan dasar industri.
Tanah terbentuk dari hasil pelapukan batuan atau bahan-bahan organik.pelapukan merupakan proses hancuranya batuan atau bahan organik lain karena pengaruh unsur-unsur alam,seperti cuaca, iklim, dan makhluk hidup ,baik tumbuhan,hewan,maupun manusia.
1. Komposisi Tanah
Komposisi tanah terdiri dari bahan mineral,bahan organik,air,dan udara.bahan mineral dan organik merupakan komponen padat,sedangkan udara dan air merupakan pengisi pori-pori atau rongga yang terdapat dalam komponen padat.komposisi tanah pada umumnya:
- 45 % terdiri dari bahan mineral (anorganik).
- 5 % terdiri dari bahan organik.
- 50 % terdiri dari udara dan air.
2. Jenis-Jenis Tanah di Indonesia dan Kesuburannya
Jenis dan sifat-sifat tanah yang dikatakan subur yaitu:
- banyak mengandung unsur hara (zat-zat yang diperlukan tanaman untuk pertumbuhan).
- cukup mengandung air yang berguna untuk melarutkan unsur hara agar dapat diserap oleh akar tumbuhan.
- struktur tanahnya baik, artinya susunan butiran-butiran tanah tidak terlalu padat dan tidak terlalu lenggang (tanah gembur).
Berdasarkan wwarnanya tanah subur berwarna abu-abu sampai hitam,karna banyak mengandung unsur hara dandisebut juga tanah muda.tanah berwarna goklat ke abu-abuan juga masih tanah subur,unsur hara masih cukup tapi tidak sesubur tanah muda,tanah ini disebut tanah tua.Sedangkan tanah yang berwarna kuning sampai merah disebut tanah mati.Disebut demikian karna kesuburan tanah tersebut telah hilang dan menjadi tanah tandus.
Jenis-jenis tanah,yaitu:
a. Tanah Aluvial (tanah endapan)
Tanah ini adalah tanah yang terbentuk dari hasil pengendapan hasil erosi pegunungan dan perbukitan,yang kemdian dibawa oleh air.Dan berlangsung terus menerus dalam waktu lama.Jenis tanah ini banyak ditemukan di lembah aliran sungai dan dataran rendah.tanah ini sangat subur sehingga sebagian besar dimanfaatkan sebagai daerah pertanian padi.
b. Tanah Vulkanis (tanah gunung api)
Tanah ini berasal dari abu hasil letusan gunung berapi yang telah mengalami pelapukan.Cirinya adalah butiran tanahnya halus hingga menyerupai abu,tapi tidak mudah terbang bila ditiup angin.Tanah ini sangat subur karna banyak mengandung unsur hara yang di butuhkan oleh tumbuhan. Dan banyak ditemukan di lereng-lereng gunung.
c. Tanah Organosol(tanah gambut)
Tanah ini berasal dari bahan –bahan organik.Berasal daripelapukan batuan,terbentuk dari tumbuhan rawa yang telah membusuk dan tertimbun bertahun-tahun.Tanahnya kurang subur, banyak terdapat di daerah rawa-rawa.
d. Tanah Litosol(tanah berbatu-batu)
Tanah ini terdiri dari batu-batu yang relatif masih keras karena belum lapuk dengan sempurna.Tanah ini belum baik untuk ditanami tumbuhan karena akarnya sukar menembus dan mencari unsur hara yang ada didalamnya.Tumbuhan yang bisa hidup hanya rumput liar seperti ilalang.Tanag ini berada di lereng pegunungan yang mengalami erosi berat
e. Tanah Grumosol (tanah berat)
Tanah ini terbentuk dari batuan kapur dan batuan gunung api,kurang sesuai untk tanaman padi.Tetapi sesuai untuk tanaman palawija, karet, dan pohon jati.
f. Tanah Potzolit
Tanah ini terbemtuk di daerah yang memiliki curah hujan tinggi denga suhu yang rendah.Tanah berwarna kuning biasanya terdapat di daerah pegununga yang curah hujannya tinggi.Tanah ini juga merupakan tanah subur.
g. Tanah Laterit
Tanah ini terbentuk karena unsur-unsur hara yang yang ada didalam tanah hilang,tecuci oleh air hujan yang meresap dan mengalir di dalam tanah.Warnanya kekuning-kuningan sampai merah,tidak subur bahkan tergolong tandus,karna unsur haranya telah hilang.tanah ini terdapat di Kalbar, Lampung, Sulteng,dan Banten.
h.Tanah Pasir
Tanah ini terbentuk dari batuan beku dan sedimen yang mengalami pelapukan.Cirinya berpasir, berkerikil, dan butirannya kasar,tidak subur sehingga kurang baik untuk pertanian.Tanah ini terdapat di panti barat Sumatra, Sulawesi, dan Jawa Timur.
i. Tanah Magel
Tanah ini terbentuk dari hasil campuran pelarutan kapur, pasir, dan tenah liat.Tanah ini terdapat di daerah yang curah hujannya tidak merata, seperti:Madiun, Kerdiri, Nusa Tenggara.Tanah ini tergolong subur.
j. Tanah Mediteran (tanah kapur)
Tanah ini terbentuk dari batuan kapur dan batuan sedimen yang telah mengalami pelapukan.Pada umumnya memiliki bahan organik yang rendah,tidak subur, akan tetapi masih cocok untuk tanaman kayu jati.Tanah ini terdapat di Jawa Tengah, Jatim, Nusa Tenggara, dan Maluku.
k. Tanah Humus
Tanah ini berasal dari tumbuh-tumbuhan yang telah mengalami pembusukan,yaitu berupa daun-daun dan pohon yang telah mati lalu membusuk dan menjadi tanah.Pada hutan yang masih lebat, bagian atas daari tana terdiri dari tanah humus yang bersifat subur.
3. Kesuburan Tanah di Wilayah Indonesia
Berdasarkan jenis tanah yang terdapat pada masing-masing pulau, maka perbandingan kesuburan tanah antar pulau yaitu:
a. Pulau Jawa
Merupakan pulau daerah vulkanis yang memiliki banyak gunung berapi.Maka tanah vulkanis tersebar luas di pulau jawa,terutama tengah dan selatan.Sedangkan utara berupa tanah aluvial,selain itu terdapat juga tanah humus .Maa tanah i jawa subur kecuali beberapa daerah dengan tanah kapur seperti pegunungan Sewu dan Pegunungan Kendeng.
b.Pulau Sumatera
Jenis tanah utamanya vulkanis dan aluvial,dikarenakan Sumatera banyak gunung api yang masih aktif.Hasil pengikisan di daerah pegunungan menyebabkan terbentuknya tnah aluvial,terutama bagian timur dan lembah-lembah sungai.Pulau Sumatera juga termasuk tanah subur.
c. Pulau Kalimantan
Kalimantan tidak memiliki gunung api yang masih aktif.Pegunungan yang ada termasuk pegunungan tua,sehingga telah lama mengalami erosi.Jenis tanah utamanya gambut dan laterit,gambut terluas di Indonesia ada di Kalimantan.Secara umum Kalimantan tanahnya kurang subur kecuali daerah dekat aliran sungaiditepi pantai,tanahnya subur karna terdiri dari tanah aluvial.
d. Pulau Irian (Irian Jaya )
Irian Jaya merupakan jalur gunung api.Pegunngannya masih tertutup oleh hutan yang luas.Jenis tanahnya vulkanis dan humus,sedangkan daerah pantai berupa tanah alvial dan gambut.Kondisi secara umum subur kecuali tanah gambut.
e. Pulau Sulawesi
Sulawesi dilalui jalur pegunungan api akan tetapi lerengnya lebih curam,sehingga erosi lebih besar.Jenis tanah umumnya laterit akibat pencucian air dan erosi tinggi.Dibeberapa tempat terdaat tanah kapur dan secara umum kondisi tanahnya kurang subur.
f. Kepulauan Nusatenggara
Kepulauan Nusatenggara (Bali, Lombok, Sumbawa,dan Flores) terdiri dari pegunungan vulkanis yang berupa sambungan dari pegunungan vulkanis Jawa.Jenis tanah utamanya tnah vulkanis, sebagian besar tanah di Kepulauan Nusatenggara berupa tanah subur.
g. Kepulauan Maluku
secara umum kondisi tanahnya subur,Jenis tanah utamanya tanah vulkanis karna Kepulauan Maluku berupa daerah jalur gunung berapi dan masih banyak ditemukan gunung api yang aktif.Beberapa Pulau di Malukuterbentuk dari pulau-pulau karang,tanahnya dari tanah kapur sehingga kurang subur.
KESIMPULAN
1.Tanah merupakan lapisanatas kulit bumi yang terbentuk dari hasil pelapukan batuan atau bahan-bahan organik.pelapukan merupakan proses hancuranya batuan atau bahan organik lain karena pengaruh unsur-unsur alam,seperti cuaca, iklim, dan makhluk hidup ,baik tumbuhan,hewan,maupun manusia.
2. Komposisi tanah terdiri dari bahan mineral,bahan organik,air,dan udara.bahan mineral dan organik merupakan komponen padat,
3. Jenis-jenis tanah di Indonesia dan kesuburannya,yaitu ada:
- Tanah Aluvial (tanah endapan)
- Tanah Vulkanis (tanah gunung api)
- Tanah Organosol(tanah gambut)
- Tanah Litosol(tanah berbatu-batu)
- Tanah Grumosol (tanah berat)
- Tanah Potzolit
- Tanah Laterit
- Tanah Pasir
- Tanah Magel
- Tanah Mediteran (tanah kapur)
- Tanah Humus
4. Kesuburan tanah di wilayah Indonesia;Pulau Jawa(subur), Pulau Sumatera(subur), Pulau Kalimantan(kurang subur), Pulau Irian (Irian Jaya )(subur), Pulau Sulawesi(kurang subur), Kepulauan Nusatenggara(subur), Kepulauan Maluku(krang subur)