Assalamualaikum Warahmatullahi WABARAKATUH

SELAMAT DATANG بامرح بكم ようこそ 환영합니다 WELCOME... 歡迎

Kamis, 17 Maret 2011

praktikum geomorfologi 4

JUDUL : Analisis profil sungai
TUJUAN :
1.    Mahasiswa dapat  membuat profil sebuah sungai melalui peta topografi
df Mahasiswa dapat menganalisis bentuk-bentuk profil sungai
ALAT DAN BAHAN :
Peta RBI Skala 1:25.00
kertas folio
3.      Alat gambar
4.      Alat tulis
DASAR TEORI :
LANGKAH KERJA :
1.      Mahasiswa menyiapkan alat dan bahan
2.      Mahasiswa mencari materi
3.      Mahasiswa menganalisis dan membuat gambar bentuklahan
4.       
HASIL PENGAMATAN :
ANALISIS :
KESIMPULAN :
DAFTAR PUSTAKA :

Selasa, 15 Maret 2011

praktikum geomorfologi


CONTOH: FORMAT LAPORAN

TUGAS INDIVIDU
PRAKTIKUM GEOMORFOLOGI UMUM
(JUDUL)

DISUSUN OLEH:
(NAMA)
(NIM)
(PRODI)
JURUSAN GEOGRAFI
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2011

JUDUL : Analisis Macam-Macam Bentuklahan (Landform)
TUJUAN :
1.      Mengetahui berbagai macam bentuklahan (landform)
2.      Mengetahui proses-proses terjadinya
ALAT DAN BAHAN :
1.      Kertas gambar
2.      Kertas folio
3.      Alat gambar
4.      Alat tulis
DASAR TEORI :
LANGKAH KERJA :
1.      Mahasiswa menyiapkan alat dan bahan
2.      Mahasiswa mencari materi
3.      Mahasiswa menganalisis dan membuat gambar bentuklahan
4.       
HASIL PENGAMATAN :
ANALISIS :
KESIMPULAN :
DAFTAR PUSTAKA :

Jumat, 11 Maret 2011

sdw Pedesaan


PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang
Sumber daya wilayah merupakan segala hal dalam suatu wilayah tersebut yang dapat dimanfaatkan untuk kehidupan manusia. Umumnya dikaitkan dengan adanya pengelolaan wilayah tersebut, salah satu sumber daya wilayah adalah wilayah pedesaaan. Banyak potensi-potensi yang dapat di manfaatkan atau dikelola pada wilayah pedesaaan.
Potensi  desa satu dan lainnya tidak sama, hal ini akibat dari lingkungan geografi dan usaha manusianya  berbeda antara desa yang satu dan yang lain. Sehingga perkembangan desa selanjutnya menunjukkan berbagai karakteristik dan tingkat perkembangan / kemajuan desa, misalnya: desa teringgal / terbelakang, desa sedang berkembang, dan desa maju
Terkait dengan pengelolaan potensi sumberdaya wilayah pedesaan banyak hal yang dapat dikelolah seperti karakteristik wilayah pedesaan, struktur ruang atau pemukiman pedesaan, pembangunan pedesaan, perkembangan dan kemampuan masyarakat, dan faktor-faktor potensi wilayah pedesaan lainnya.
Namun bagaimanakah pengelolaan sumberdaya wilayah pedesaan yang harus dilakukan agar potensi tersebut dapat di manfaatkan dan dikelola secara maksimal. Sehingga dapat dirasakan oleh masyarakat dan dapat meningkatkan kwalitas wilayah pedesaan?

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian diatas, dapat di rumuskan beberapa permasalahan yaitu :
1.      Apa sajakah potensi-potensi sumberdaya yang ada dalam wilayah  pedesaaan?
2.      Bagaimanakah pengelolan potensi-potensi sumberdaya wilayah di pedesaan?
C.    Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah :
1.      Untuk mengetahui apa saja potensi-poteni sumberdaya wilayah pedesaan
2.      Untuk mengetahui cara pengelolaan potensi-potensi sumberdaya wilayah pedesaan

PEMBAHASAN

A.    Potensi-Potensi Sumberdaya Wilayah Pedesaan
Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dalam sistem pemerintahan nasional dan berada di daerah kabupaten. Kawasan perdesaan adalah kawasan yang memiliki kegiatan utama pertanian, pengelolaan sumber daya alam, kawasan sebagai tempat permukiman perdesaan, pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi.
Potensi desa dalam kaitannya dengan perkembangan kota dan desa bisa dilihat dari kemampuan desa sebagai daerah dukung atau daerah belakang ( hinterland ) bagi kota. Kemampuan desa menghasilkan atau menyediakan bahan makanan pokok, kemampuan desa menjadi lumbung bahan mentah, dan kemampuan desa memasok tenaga kerja bagi kota merupakan potensi yang tidak bisa diabaikan oleh kota. Potensi desa juga bisa dilihat dari kekuatan dan/atau kualitas sumberdaya yang dimiliki oleh desa, baik yang bersifat fisis ( alam, hewan dan manusianya ) maupun yang bersifat non-fisis (kelembagaan sosio-ekonomi, dan sosio-kultural ). Selanjutnya potensi tersebut disebut potensi fisis dan potensi non-fisis.
Potensi fisis mencakup antara lain:
a.        Tanah, dalam arti sawah, pekarangan, tegalan/hutan, dan bahan tambang/mineral yang ada di dalamnya merupakan sumber mata pencaharian dan penghidupan yang yang menghasikan bahan pangan dan barang-barang industri.
b.       Air, dalam arti sumber air, baik keadaan air dan tata airnya untuk keperluan domestik / sehari-hari dan pengairan merupakan sumber hidrologis.
c.        Iklim, mempunyai arti penting bagi desa agraris.
d.       Ternak, merupakan potensi sumber tenaga, bahan makan atau protein dan bahan perdagangan (sumber keuangan).
e.        Manusia atau warga desa, potensi terpendam sosial-ekonomi-politik-budaya-pertahanan dan keamanam, merupakan sumber tenaga kerja pengolah tanah dan produsen.

Potensi non-fisis meliputi antara lain:
a.        Masyarakat desa yang hidup berdasarkan gotong-royong merupakan kekuatan berproduksi   dan kekuatan membangun atas dasar kerjasama dan saling pengertian.
b.       Lembaga-lembaga sosial, pendidikan dan organisasi sosial desa merupakan pemberi bantuan sosial dan pembaimbing yang positif.
c.        Aparatur desa merupakan sumber kelancaran dan tertibnya pemerintanan desa (Bintarto, 1983:17-18 ).
Potensi  desa satu dan lainnya tidak sama, hal ini akibat dari lingkungan geografi dan usaha manusianya  berbeda antara desa yang satu dan yang lain. Sehingga perkembangan desa selanjutnya menunjukkan berbagai karakteristik dan tingkat perkembangan / kemajuan desa, misalnya: desa teringgal / terbelakang, desa sedang berkembang, dan desa maju. Jadi terbelakang atau majunya suatu desa dapat tergantung pada beberapa hal, sebagai berikut:
a.        kondisi potensi desa yang mencakup potensi fisis dan non-fisis, seperti sumber alam, penduduk warga desa, lembaga sosial dan aparatur desa.
b.       Interaksi antara desa dan kota, desa dan desa (tercakup di dalamnya perkembangan perhubungan dan pengangkutan).
Potensi Karakteristik sosial masyarakat desa,Menurut Soerjono Soekanto (1982) antara lain sebagai berikut:
  1. Warga masyarakat perdesaan memiliki hubungan kekerabatan yang kuat karena umumnya berasal dari satu keturunan. Oleh karena itu, biasanya dalam satu wilayah perdesaan, antara sesama warga masyarakatnya masih memiliki hubungan keluarga atau saudara.
  2. Corak kehidupan nya bersifat gemeinschaft, yaitu diikat oleh sistem kekeluargaan yang kuat. Selain itu, penduduk desa merupakan masyarakat yang bersifat face to face group artinya antarsesama warga saling mengenal.
  3. Sebagian besar penduduk bekerja pada sektor agraris (pertanian, perkebunan, peternakan, maupun perikanan).
  4. Cara bertani masih relatif sederhana atau tradisional sehingga sebagian besar hasilnya masih diperuntukkan bagi kebutuhan hidup sehari-hari (subsistence farming).
  5. Sifat gotong royong masih cukup tampak dalam kehidupan sehari-hari penduduk desa.
  6. Golongan tetua kampung atau ketua adat masih memegang peranan penting dan memiliki kharisma besar di masyarakat sehingga dalam musyawarah atau proses pengambilan keputusan, orang-orang tersebut sering kali dimintai saran atau petuah.
  7. Pada umumnya sebagian masyarakat masih memegang normanorma agama yang cukup kuat.
Potensi yang lain adalah Pola Persebaran dan Permukiman Desa dalam Kaitan dengan Bentang Alam. Bentuk persebaran desa yang terdapat di permukaan bumi berbeda satu sama lain. Hal ini sangat bergantung pada keadaan alamiah wilayahnya. Sebagai contoh, bentuk desa yang terletak di wilayah pegunungan tentunya sangat berbeda dibandingkan dengan di kawasan pantai. Pola persebaran ini berkaitan erat dengan kondisi tata ruang di desa itu sendiri.
Beberapa contoh pola persebaran dan permukiman desa antara lain sebagai berikut:
  1. Pola desa mengikuti bentuk alur sungai, dengan tujuan memudahkan transportasi dan mencari air.
  2. Pola desa mengikuti bentuk tepi pantai, dengan tujuan memudahkan dalam mencari ikan dan hasil laut lainnya.
  3. Pola desa berkelompok di daerah pertanian, dengan tujuan memudah kan perjalanan ke tegalan atau sawah, baik untuk mengolah ataupun mengawasi areal pertanian.
  4. Pola desa terpencar-pencar, biasanya dikarenakan keadaan alam yang berbeda-beda. Hal ini bertujuan mencari tempat yang dekat dengan air, tanah yang subur, kaya mineral, iklim yang cocok, dan daerah yang aman.
Potensi perdesaan yang dapat dimanfaatkan dan dikembangkan dalam pembangunan desa, yaitu sebagai berikut.
  1. Lahan pertanian yang luas terutama di desa-desa luar Pulau Jawa dan Bali, merupakan sumber daya alam yang potensial.
  2. Rasa swadaya, gotong royong, dan kekeluargaan di kalangan masyarakat perdesaan yang sangat kuat.
  3. Di desa masih terdapat pemimpin informal (tak resmi) yang berwibawa dan disegani oleh masyarakat, seperti kepala adat dan para ulama.
  4. Tanah-tanah pekarangan yang belum dimanfaatkan secara  maksimal juga merupakan sumber daya alam yang potensial.

B.     Pengelolaan Sumberdaya Wilayah Pedesaaan
Sumberdaya wilayah pedesaan tak lepas dari struktur ruang desa yang merupakan susunan desa yang mengacu pada bagaimana usaha manusia mengatur dan memanfaatkan lingkuangan geografis / keruangan desa yang bersangkutan. Akibat dari usaha manusia / penduduk dalam memanfaatkan lingkungan geografisnya menimbulkan karaktristik desa yang satu berbeda dengan desa yang lain. Dengan demikian berdsarkan kondisi geografis dan kemampuan adaptasi masyarakatnya, struktur desa dapat digolongkan menjadi dua golongan besar yaitu desa tradisional dan desa maju, atau menjadi tiga kategori yaitu desa tertinggal ( desa swadata ), desa berkembaang ( desa swakarya ), dan desa maju ( desa swasembada ).
Karakteristik desa sebagai hasil adaptasi manusia terhadap lingkungan geografisnya tercermin pada tipe, bentuk dan pola keruangan desa atau pola persebaran desa.
Pola persebaran desa terjadi karena adanya kesamaan adaptasi permukiman dan pada lingkup bentang alam yang sejenis atau hampir seragam. Pola persebaran desa tersebut dapat mengambil bentuk-bentuk: (a) desa yang menyusur sepanjang pantai, (b) desa yang terpusat, di daerah pegunungan, (c) desa linier, di dataran rendah, dan (d) desa yang mengelilingi fasilitas tertentu, juga di dataran rendah (Daldjoeni, 1987). Sedangkan Bintarto (1977) mengelompokkan pola persebaran desa menjadi enam pola, yaitu : (1) desa yang memanjang jalan, (2) desa yang memanjang sungai, (3) desa yang radial, (4) desa yang tersebar, (5) desa yang memanjang pantai, dan (6) desa yang memanjang pantai dan sejajar jalan kereta api.
Pengelolaan pedesaan menurut perkembangan dan kemampuan masyarakatnya, desa dapat dibedakan dalam tiga tingkat, yaitu sebagai berikut.
  1. Desa Swadaya yaitu desa yang telah terdaftar dalam wilayah administrasi pemerintahan dan masyarakatnya telah hidup menetap. Mereka memanfaatkan sumber daya alam dan potensi-potensinya secara tradisional sehingga disebut juga desa tradisional.
  2. Desa Swakarya merupakan peralihan atau transisi dari desa
swadaya menuju desa swasembada. Oleh karena itu, desa swakarya
juga disebut desa transisi. Desa swakarya ialah desa yang masyarakat nya
telah berkeinginan memanfaatkan dan mengembangkan sumber daya
alam dan potensinya untuk membangun daerahnya.
  1. Desa Swasembada, sering disebut desa berkembang yangmerupakan fase tertinggi dari proses perkembangan desa di Indonesia. Desa swasembada adalah  desa yang masyarakatnya telah mampu memanfaatkan dan mengembangkan sumber daya alam dan potensinya sesuai dengan kegiatan pembangunan regional.
Faktor-faktor yang menguntungkan bagi pembangunan desa, yaitu sebagai berikut.
1)      Dalam masa pembangunan, masyarakat desa memiliki nilai-nilai positif dan merupakan potensi yang penting sebab sumber tenaga kerja dan sumber kekayaan alam yang berlimpah ruah berada di desa.
2)      Aktivitas produksi dan sumber pendapatan negara sebagian besar berada di desa.
3)      Dalam bimbingan dan pengembangan masyarakat desa, perencanaan, contoh, dan suri teladan memegang peranan penting, sebab masyarakat desa terdiri atas orang-orang yang masih berjiwa lugu, sederhana, dan menjunjung tinggi asas kejujuran.








PENUTUP
A.    Simpulan
Sumber daya wilayah merupakan segala hal dalam suatu wilayah tersebut yang dapat dimanfaatkan untuk kehidupan manusia. Kawasan perdesaan adalah kawasan yang memiliki kegiatan utama pertanian, pengelolaan sumber daya alam, kawasan sebagai tempat permukiman perdesaan, pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi. Potensi desa juga bisa dilihat dari kekuatan dan/atau kualitas sumberdaya yang dimiliki oleh desa, baik yang bersifat fisis ( alam, hewan dan manusianya ) maupun yang bersifat non-fisis (kelembagaan sosio-ekonomi, dan sosio-kultural ).
Pengelolaan sumberdaya wilayah masing-masing desa berbeda-beda berdasarkan kondisi geografis dan kemampuan adaptasi masyarakatnya, struktur desa dapat digolongkan menjadi dua golongan besar yaitu desa tradisional dan desa maju, atau menjadi tiga kategori yaitu desa tertinggal ( desa swadata ), desa berkembaang ( desa swakarya ), dan desa maju ( desa swasembada ).

B.     Saran
Wilayah Indonesia sebagian besar terdiri atas daerah perdesaan. Hal ini berarti bahwa sebagian besar penduduk Indonesia tinggal di desa. Karena itu pembangunan hendaknya lebih berorientasi ke wilayah perdesaan. Desa memiliki sumber daya manusia yang cukup banyak untuk melaksanakan pembangunan. Namun untuk membangun desa yang lebih maju maka yang perlu diperhatikan adalah faktor kualitas sumber daya manusianya, sebab apalah artinya desa dengan jumlah penduduk yang banyak jika tidak ditunjang dengan kualitas yang memadai, baik berhubungan dengan ilmu pengetahuan, keterampilan, tingkat produktivitas, dan kesehatan. Tidaklah bisa untuk membangun wilayah pedesaan dan jika demikian maka pembangunan nasional juga tidak akan maju.




DAFTAR PUSTAKA

Bintarto, R. 1969. Geografi Desa. Yogyakarta: U.P. Spring

-------------.  1983. Interaksi Desa Kota dan Permsalahannya. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Daldjoeni, N. 1987. Geografi Kota dan Desa. Bandung: Alumni
Jayadinata, Johara T. 1986. Tata Guna Tanah dalam Perencanaan Pedesaan. Perkotaan  
dan Wilayah.Bandung: ITB
Sumaatmadja, Nurrsid. 1988. Geografi Aspek Keruangan. Bandung: ---------
Whyne, Charles. 1979. Elements of Human Geography. London: George Allen & Unwin

Rabu, 10 Maret 2010

wawancara dengan TUHAN

Suatu pagi seorg Wartawan Muda (WM)datang mewawancarai Tuhan (G).

WM: Slmt Pagi Tuhan, sekiranya Tuhan punya waktu sedikit aku ingin bicara.
G: Ooo..waktuKU adlh KEKEKALAN, tdk ada masalah ttg Waktu. Apa pertanyaanmu?

WM: Tks.. Apa yg paling mengherankan bagiMU tentang kami manusia?
G: Hahaha.. kalian itu makhluk yg aneh.
Pertama, suka mencemaskan masa Depan, sampai lupa hari ini.
Ke2, kalian hidup seolah olah tidak bakal mati.
Ke3, kalian cepat bosan sebagai anak-anak dan terburu-buru ingin dewasa. Namun stlh dewasa rindu lagi jadi anak2 : suka bertengkar, ngambek, dan ribut karena soal2 sepele.
Lalu
Ke4, kalian rela kehilangan kesehatan demi mengejar uang, ttp membayarnya kembali utk mengembalikan kesehatan itu.
Hal2 begitulah yang membuat hidup kalian susah.

WM: Lantas apa nasihat Tuhan agar kami bisa hidup BAHAGIA ?
G: sebenarnya semua nasihat sudah pernah diberikan. Inilah satu lagi keanehan kalian: Suka Melupakan nasihatKU. Baiklah KUulangi lagi ya beberapa yg terpenting:

1. kalian hrs sadar bhw mengejar rejeki adlh sebuah kesalahan. Yang seharusny kalian lakukan ialah menata diri agar kalian layak dikucuri rejeki. jadi jgn mengejar rejeki, tetapi biarlah rejeki yg mengejar kalian.

2. Ingat : “siapa” yg kalian miliki itu lbh berharga drpd “apa” yang kalian punyai. Pbanyaklah teman, kurangi musuh.

3. Jgn bodoh dgn cemburu & membandingkan yg dimiliki org lain. Melainkan Bsyukurlah dgn apa yg sdh kalian terima. Khususnya, kenalilah talenta dan potensi yg kalian miliki lalu kembangkanlah itu sebaik-baiknya, mk kalian akan menjadi manusia Unggul. Otomatis Rejeki yg akn mengejar kalian.

4. Ingat org yg disebut Kaya bukanlah dia yg berhasil mengumpulkan yg paling banyak, tetapi adalah dia yg paling “sedikit” memerlukan, shg msh sanggup memberi kpd sesamanya. Ok ?

Jumat, 08 Januari 2010

kecil penuh makna

kata maaf memeng seuntai kata yang simpel tapi ternyata jika kita lihat mak nanya sangat besar sekali ...dari satu KATA ini bs membuat orang takluh membuat hati sekeras besi jadi leleh membuat amarah bagai gunung api jadi sedingin es membuat kegelapan menjadi terang membuat penyakit kronis dapat sembuh dengan seketika ...sungguh ksts ysng sangat dahsyat bahkan serasa menggetarkan alam ini,
namun apakah itu bisa kita ungkapkan dengan jujur????
kadang meski kecil mudah ternyata sangat sulit untuk di ucapkan bahkan kita tak berani tuk mengungkapkan nya...bukan begitu kawan???
jadi jangan anggap suatu hal yang kecil tu mudah ,ringan ,dan gampang ingat itu!!!!!

Senin, 30 November 2009

makalah

PENDAHULUAN

Tanah merupakan lapisan atas/luar kulit bumi yang terdiri dari bahan padat,air,udara,dan jasad hidup yang secara bersama-sama dapat menjadi tempat pertumbuhan tanaman.

Dalam upaya memenuhi kebutuhannya manusia telah memanfaatkan tanah sebagai sumber daya, misalnya dijadikan sebagai lahan pertanian,perkebunan,perladangan,dan sebagai bahan dasar industri.

Tanah terbentuk dari hasil pelapukan batuan atau bahan-bahan organik.pelapukan merupakan proses hancuranya batuan atau bahan organik lain karena pengaruh unsur-unsur alam,seperti cuaca, iklim, dan makhluk hidup ,baik tumbuhan,hewan,maupun manusia.

1. Komposisi Tanah

Komposisi tanah terdiri dari bahan mineral,bahan organik,air,dan udara.bahan mineral dan organik merupakan komponen padat,sedangkan udara dan air merupakan pengisi pori-pori atau rongga yang terdapat dalam komponen padat.komposisi tanah pada umumnya:

  1. 45 % terdiri dari bahan mineral (anorganik).
  2. 5 % terdiri dari bahan organik.
  3. 50 % terdiri dari udara dan air.

2. Jenis-Jenis Tanah di Indonesia dan Kesuburannya

Jenis dan sifat-sifat tanah yang dikatakan subur yaitu:

  1. banyak mengandung unsur hara (zat-zat yang diperlukan tanaman untuk pertumbuhan).
  2. cukup mengandung air yang berguna untuk melarutkan unsur hara agar dapat diserap oleh akar tumbuhan.
  3. struktur tanahnya baik, artinya susunan butiran-butiran tanah tidak terlalu padat dan tidak terlalu lenggang (tanah gembur).

Berdasarkan wwarnanya tanah subur berwarna abu-abu sampai hitam,karna banyak mengandung unsur hara dandisebut juga tanah muda.tanah berwarna goklat ke abu-abuan juga masih tanah subur,unsur hara masih cukup tapi tidak sesubur tanah muda,tanah ini disebut tanah tua.Sedangkan tanah yang berwarna kuning sampai merah disebut tanah mati.Disebut demikian karna kesuburan tanah tersebut telah hilang dan menjadi tanah tandus.

Jenis-jenis tanah,yaitu:

a. Tanah Aluvial (tanah endapan)

Tanah ini adalah tanah yang terbentuk dari hasil pengendapan hasil erosi pegunungan dan perbukitan,yang kemdian dibawa oleh air.Dan berlangsung terus menerus dalam waktu lama.Jenis tanah ini banyak ditemukan di lembah aliran sungai dan dataran rendah.tanah ini sangat subur sehingga sebagian besar dimanfaatkan sebagai daerah pertanian padi.

b. Tanah Vulkanis (tanah gunung api)

Tanah ini berasal dari abu hasil letusan gunung berapi yang telah mengalami pelapukan.Cirinya adalah butiran tanahnya halus hingga menyerupai abu,tapi tidak mudah terbang bila ditiup angin.Tanah ini sangat subur karna banyak mengandung unsur hara yang di butuhkan oleh tumbuhan. Dan banyak ditemukan di lereng-lereng gunung.

c. Tanah Organosol(tanah gambut)

Tanah ini berasal dari bahan –bahan organik.Berasal daripelapukan batuan,terbentuk dari tumbuhan rawa yang telah membusuk dan tertimbun bertahun-tahun.Tanahnya kurang subur, banyak terdapat di daerah rawa-rawa.

d. Tanah Litosol(tanah berbatu-batu)

Tanah ini terdiri dari batu-batu yang relatif masih keras karena belum lapuk dengan sempurna.Tanah ini belum baik untuk ditanami tumbuhan karena akarnya sukar menembus dan mencari unsur hara yang ada didalamnya.Tumbuhan yang bisa hidup hanya rumput liar seperti ilalang.Tanag ini berada di lereng pegunungan yang mengalami erosi berat

e. Tanah Grumosol (tanah berat)

Tanah ini terbentuk dari batuan kapur dan batuan gunung api,kurang sesuai untk tanaman padi.Tetapi sesuai untuk tanaman palawija, karet, dan pohon jati.

f. Tanah Potzolit

Tanah ini terbemtuk di daerah yang memiliki curah hujan tinggi denga suhu yang rendah.Tanah berwarna kuning biasanya terdapat di daerah pegununga yang curah hujannya tinggi.Tanah ini juga merupakan tanah subur.

g. Tanah Laterit

Tanah ini terbentuk karena unsur-unsur hara yang yang ada didalam tanah hilang,tecuci oleh air hujan yang meresap dan mengalir di dalam tanah.Warnanya kekuning-kuningan sampai merah,tidak subur bahkan tergolong tandus,karna unsur haranya telah hilang.tanah ini terdapat di Kalbar, Lampung, Sulteng,dan Banten.

h.Tanah Pasir

Tanah ini terbentuk dari batuan beku dan sedimen yang mengalami pelapukan.Cirinya berpasir, berkerikil, dan butirannya kasar,tidak subur sehingga kurang baik untuk pertanian.Tanah ini terdapat di panti barat Sumatra, Sulawesi, dan Jawa Timur.

i. Tanah Magel

Tanah ini terbentuk dari hasil campuran pelarutan kapur, pasir, dan tenah liat.Tanah ini terdapat di daerah yang curah hujannya tidak merata, seperti:Madiun, Kerdiri, Nusa Tenggara.Tanah ini tergolong subur.

j. Tanah Mediteran (tanah kapur)

Tanah ini terbentuk dari batuan kapur dan batuan sedimen yang telah mengalami pelapukan.Pada umumnya memiliki bahan organik yang rendah,tidak subur, akan tetapi masih cocok untuk tanaman kayu jati.Tanah ini terdapat di Jawa Tengah, Jatim, Nusa Tenggara, dan Maluku.

k. Tanah Humus

Tanah ini berasal dari tumbuh-tumbuhan yang telah mengalami pembusukan,yaitu berupa daun-daun dan pohon yang telah mati lalu membusuk dan menjadi tanah.Pada hutan yang masih lebat, bagian atas daari tana terdiri dari tanah humus yang bersifat subur.

3. Kesuburan Tanah di Wilayah Indonesia

Berdasarkan jenis tanah yang terdapat pada masing-masing pulau, maka perbandingan kesuburan tanah antar pulau yaitu:

a. Pulau Jawa

Merupakan pulau daerah vulkanis yang memiliki banyak gunung berapi.Maka tanah vulkanis tersebar luas di pulau jawa,terutama tengah dan selatan.Sedangkan utara berupa tanah aluvial,selain itu terdapat juga tanah humus .Maa tanah i jawa subur kecuali beberapa daerah dengan tanah kapur seperti pegunungan Sewu dan Pegunungan Kendeng.

b.Pulau Sumatera

Jenis tanah utamanya vulkanis dan aluvial,dikarenakan Sumatera banyak gunung api yang masih aktif.Hasil pengikisan di daerah pegunungan menyebabkan terbentuknya tnah aluvial,terutama bagian timur dan lembah-lembah sungai.Pulau Sumatera juga termasuk tanah subur.

c. Pulau Kalimantan

Kalimantan tidak memiliki gunung api yang masih aktif.Pegunungan yang ada termasuk pegunungan tua,sehingga telah lama mengalami erosi.Jenis tanah utamanya gambut dan laterit,gambut terluas di Indonesia ada di Kalimantan.Secara umum Kalimantan tanahnya kurang subur kecuali daerah dekat aliran sungaiditepi pantai,tanahnya subur karna terdiri dari tanah aluvial.

d. Pulau Irian (Irian Jaya )

Irian Jaya merupakan jalur gunung api.Pegunngannya masih tertutup oleh hutan yang luas.Jenis tanahnya vulkanis dan humus,sedangkan daerah pantai berupa tanah alvial dan gambut.Kondisi secara umum subur kecuali tanah gambut.

e. Pulau Sulawesi

Sulawesi dilalui jalur pegunungan api akan tetapi lerengnya lebih curam,sehingga erosi lebih besar.Jenis tanah umumnya laterit akibat pencucian air dan erosi tinggi.Dibeberapa tempat terdaat tanah kapur dan secara umum kondisi tanahnya kurang subur.

f. Kepulauan Nusatenggara

Kepulauan Nusatenggara (Bali, Lombok, Sumbawa,dan Flores) terdiri dari pegunungan vulkanis yang berupa sambungan dari pegunungan vulkanis Jawa.Jenis tanah utamanya tnah vulkanis, sebagian besar tanah di Kepulauan Nusatenggara berupa tanah subur.

g. Kepulauan Maluku

secara umum kondisi tanahnya subur,Jenis tanah utamanya tanah vulkanis karna Kepulauan Maluku berupa daerah jalur gunung berapi dan masih banyak ditemukan gunung api yang aktif.Beberapa Pulau di Malukuterbentuk dari pulau-pulau karang,tanahnya dari tanah kapur sehingga kurang subur.

KESIMPULAN

1.Tanah merupakan lapisanatas kulit bumi yang terbentuk dari hasil pelapukan batuan atau bahan-bahan organik.pelapukan merupakan proses hancuranya batuan atau bahan organik lain karena pengaruh unsur-unsur alam,seperti cuaca, iklim, dan makhluk hidup ,baik tumbuhan,hewan,maupun manusia.

2. Komposisi tanah terdiri dari bahan mineral,bahan organik,air,dan udara.bahan mineral dan organik merupakan komponen padat,

3. Jenis-jenis tanah di Indonesia dan kesuburannya,yaitu ada:

  1. Tanah Aluvial (tanah endapan)
  2. Tanah Vulkanis (tanah gunung api)
  3. Tanah Organosol(tanah gambut)
  4. Tanah Litosol(tanah berbatu-batu)
  5. Tanah Grumosol (tanah berat)
  6. Tanah Potzolit
  7. Tanah Laterit
  8. Tanah Pasir
  9. Tanah Magel
  10. Tanah Mediteran (tanah kapur)
  11. Tanah Humus

4. Kesuburan tanah di wilayah Indonesia;Pulau Jawa(subur), Pulau Sumatera(subur), Pulau Kalimantan(kurang subur), Pulau Irian (Irian Jaya )(subur), Pulau Sulawesi(kurang subur), Kepulauan Nusatenggara(subur), Kepulauan Maluku(krang subur)